Fundamental Ekonomi Indonesia “Ersatz”?
Berbicara mengenai fundamental ekonomi yang kuat, tidak cukup dengan prestasi indikator makro seperti yang dibanggakan pemerintah. Kendati para pejabat ekonomi pemerintah menyebutkan fundamental ekonomi nasional cukup kuat, namun pencapaian prestasi indikator makro tersebut belum menunjukkan fundamental ekonomi yang kuat dan tahan goncangan eksternal; seperti gejolak ekonomi global yaitu harga minyak yang terus meninggi dan dampak krisis subprime mortgage perekonomian di Amerika Serikat.
Bagusnya angka-angka indikator makro ekonomi sifatnya masih erzatz, karena yang terjadi adalah justru sebaliknya. Munculnya kenaikan harga (baik pangan maupun bahan bakar) yang meningkatkan inflasi dan ketidakamanan sosial, beban subsidi yang semakin tinggi pada anggaran akibat pengendalian harga bahan bakar domestik, dan kebutuhan akan pinjaman pemerintah tetap masih tinggi.
Karena itu, pemerintah perlu mencermati berbagai gejolak ekonomi eksternal yang kerapkali terjadi akhir-akhir ini dan melakukan langkah-langkah antisipatif yang tidak hanya “berkubang” pada pemberian “subsidi” sehingga pengaruh negatifnya bisa diminimalisir.
Download artikel Fundamental Ekonomi Indonesia “Ersatz”? Beritahu kami, melalui form komentar, bila link tidak dapat didownload.
Helo,
hmmm…i really like your post.
Very..very..useful for us..
Hope i can visit your blog again.
Link Exchange please..
Thanks
Anak Salatiga Belajar SEO
Artikel terbaru dari Anak Salatiga Belajar SEO : Anak Salatiga Belajar SEO Menanggapi SBY-Boediono
saya sangat sepakat dengan tulisan Bapak, karena kenyataannya fundamental ekonomi kita memang ersatz.
apakah hanya dengan memperhatikan indikator makro saja, kita bisa mengatakan fundamental ekonomi kita kuat?
ataukah bisa dlihat juga melalui indikator kelembagaan?
Tulisan Bapak sangat inspiratif. Semoga bisa menjadi formulasi akurat bagi penyembuhan perekonomian bangsa ini….
Artikel terbaru dari Alinea : Jangan kau
Saya sepakat dengan tulisan bapak, cukup bagus sekali… ini Fondasi ekonomi indonesia memang ersatz.., Pemerintah selama ini memang belum punya formula yg jitu dalam menekan krisi golobal yg terjadi..