Metodologi Ekonomi Positivisme
Dalam dunia ilmiah dikenal tiga metodologi umum dalam pengembangan ilmu pengetahuan, yaitu: apriori, aposteriori dan reduksionis. Kesemua itu merupakan landasan dalam metodologi positivisme. Paper ini akan menelusuri sejarah perkembangan metodologi tersebut serta implikasinya dalam ilmu ekonomi.
Karl Popper mempertemukan filosofi keilmuan lama dengan yang baru, antara metode induktif dengan metode deduktif. Popper berpendapat bahwa teori ilmiah yang terbaik harus dapat difalsifikasi setidaknya secara prinsip bila tidak sesuai dengan kenyataan empiris.
Sedangkan Thomas Kuhn menciptakan paradigma yang merupakan dasar utama dalam bidang ilmiah. Kuhn juga mengemukakan bahwa dalam kenyataannya teori utama dalam ilmu pengetahuan alam tidak dapat difalsifikasi secara langsung.
Pengaruh positivisme dalam ilmu ekonomi meliputi rentang waktu sekitar 40 tahun (1930 – 1970). Tiga ekonom yang tulisannya sebagian besar mencerminkan pengaruh dari positivisme adalah T.W. Hutchison, Paul Samuelson dan Milton Friedman.
Download: Metodologi Ekonomi Positivisme
Trims Pak atas publikasi makalah ini di ICNI.
Memang sangat menarik mempelajari filsafat ilmu pengetahuan; supaya lebih “bijaksana” saat berdiskusi atau berdialog akademis.
Sajian dalam discussion paper ini sangat menarik. Fokus dan disajikan relatif populer. Mantab.
Suka dengan konsep falsifikasi Sir Karl Raimund Popper. Ditegaskan bahwa sebuah hipotetis, proposition, atau theory disebut ilmiah (scientific) jika hanya dapat di falsifikasi (falsifiable). (http://en.wikipedia.org/wiki/Falsifiability)
Menarik