Oleh: Wahyudi Kumorotomo

Kawal dan Imbang
Demokrasi dalam proses perumusan kebijakan akan terjamin apabila mekanisme kawal dan imbang (checks and balances) diantara tokoh dan lembaga perumus kebijakan publik berjalan dengan baik.
Ada dua konsep pokok dalam mekanisme kawal dan imbang. Konsep pengawalan atau pengendalian (checks) berasal dari teori klasik tentang pemisahan kekuasaan, di mana unsur legislatif, eksekutif, dan judikatif hendaknya dipegang oleh lembaga yang terpisah satu sama lain.
Sedangkan penyeimbangan kekuasaan (balances) dimaksudkan agar masing-masing lembaga penguasa tersebut dalam proses perumusan kebijakan sehari-hari punya proporsi kewenangan yang seimbang sehingga tidak ada yang memiliki kekuasaan mutlak.
Download: Memperbaiki Mekanisme Kawal dan Imbang (Checks And Balances) dalam Sistem Pemerintahan Daerah

Korupsi
Corruption is a limp in the walk of human progress. It is not a new phenomenon; it is as old as the history of mankind itself. According to the World Bank corruption is “the single greatest obstacle to economic and social development. It undermines development by distorting the role of law and weakening the institutional foundation on which economic growth depends.”
In this study Ghulam Shabbir and Mumtaz Anwar divided the determinants of corruption in two parts: economic and non-economic determinants. The economic determinants include economic freedom, international integration (globalisation), education level, level of development and income distribution.
In non-economic determinants, we include the socio-political and religious determinants in the form of democracy, press freedom and share of population having affiliation with particular religion. The results indicate that the contribution of economic factors is more conspicuous as compared to non-economic factors in reducing the level of corruption in developing countries.
Download: Determinants of Corruption in Developing Countries
Daron Acemoglu, Simon Johnson, James A. Robinson develops the empirical and theoretical case that differences in economic institutions are the fundamental cause of differences in economic development.
Download: Institutions as the Fundamental Cause of Long-Run Growth

Buku teks
PADA MASA SEBELUM REFORMASI, perekonomian didominasi oleh struktur yang terkonsentrasi. Pelaku usaha yang memiliki akses terhadap kekuasaan dapat menguasai dengan skala besar perekonomian Indonesia. Struktur monopoli dan oligopoly sangat mendominasi sektor-sektor ekonomi saat itu.
Dalam perkembangannya, pelaku-pelaku usaha yang dominan bahkan berkembang menjadi konglomerasi dan menguasai dari hulu ke hilir di berbagai sektor. Disamping struktur yang terkonsentrasi, situasi perekonomian Indonesia ketika itu banyak diwarnai pula oleh berbagai bentuk perilaku anti persaingan, seperti perilaku yang berupaya memonopoli atau menguasai sektor tertentu, melalui kartel, penyalahgunaan posisi dominan, merger/takeover, diskriminasi dan sebagainya. Read more…
Recent Comments