Archive

Archive for May, 2010

Pembangunan Perdesaan: Rekonstruksi Kelembagaan Ekonomi

May 20th, 2010 humas 4 comments

PERHEPI, Oktober 2004

Pembangunan Perdesaan: Rekonstruksi Kelembagaan Ekonomi

Perdesaan

Pembangunan pertanian dan perdesaan masa mendatang harus merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di perdesaan, yang sekaligus mendorong terwujudnya pengembangan ekonomi perdesaan melalui kegiatan-kegiatan produktif dan berdaya saing.

Masalah kritis saat ini adalah bahwa meningkatnya produksi pertanian (agribisnis) selama ini belum disertai dengan meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani secara signifikan. Petani sebagai unit agribisnis terkecil belum mampu meraih nilai tambahyang rasional sesuai skala usaha tani terpadu (integrated farming system). Read more…

Categories: Uncategorized Tags:

Kebijakan Pengembangan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) sebagai Kelembagaan Ekonomi di Perdesaan

May 18th, 2010 humas No comments
Kebijakan Pengembangan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) sebagai Kelembagaan Ekonomi di Perdesaan

Syahyuti

PENGEMBANGAN kelembagaan merupakan salah satu komponen pokok dalam keseluruhan rancangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) tahun 2005-2025. Selama ini pendekatan kelembagaan juga telah menjadi komponen pokok dalam pembangunan pertanian dan perdesaan.

Namun, kelembagaan petani cenderung hanya diposisikan sebagai alat untuk mengimplementasikan proyek belaka, belum sebagai upaya untuk pemberdayaan yang lebih mendasar. Ke depan, agar dapat berperan sebagai aset komunitas masyarakat desa yang partisipatif, maka pengembangan kelembagaan harus dirancang sebagai upaya untuk peningkatan kapasitas masyarakat itu sendiri sehingga menjadi mandiri. Read more…

Categories: Uncategorized Tags:

Reformasi Institusi dan Pembangunan Ekonomi

May 13th, 2010 humas 1 comment

Mohamad Ikhsan, LPEM FEUI

M. Ikhsan

Dari tiga negara di Asia yang terkena krisis ekonomi, Indonesia-lah yang tergolong paling lambat mengalami pemulihan ekonominya, meskipun bila dilihat dari trend-nya Indonesia berada dalam track yang sama. Ada beberapa penjelasan yang membuat perekonomian Indonesia bergerak sangat lambat.

Pertama, kehancuran perekonomian yang diperparah dengan hancurnya sektor perbankan. Kedua, kelumpuhan kebijakan moneter dalam menggerakkan kembali permintaan domestik. Fenomena ini juga dialami oleh negara lain, namun karena tingkat kehancuran sektor perbankan di negara lain tidak separah di Indonesia, sehingga perbankan negara di luar Indonesia masih dapat berfungsi dan kebijakan moneter yang berkaitan dengan transmission mechanism masih dapat berjalan walaupun tidak optimal.  Read more…

Categories: Uncategorized Tags:

Kelembagaan dan Kebocoran Ekonomi di Indonesia: Suatu Tinjauan Ekonomi Makro

May 2nd, 2010 humas 8 comments

Oleh: Zamroni, Pusat Penelitian Ekonomi, LIPI, 2004

Keterpurukan ekonomi yang terjadi di Indonesia tahun 1997 tidak bisa terlepas dari permasalahan lemahnya struktur perekonomian Indonesia. Masalah kelembagaan (termasuk perangkat perundang-undangan dan hukum) dan kemampuan tenaga penegaknya mempunyai pengaruh besar terhadap krisis ekonomi dan berlarut-larutnya krisis secara berkepanjangan.

Lemahnya sistem perbankan dan lembaga pengawasan perbankan menjadi salah satu contoh kasus dari kelemahan sistem kelembagaan ekonomi di negara ini. Permasalahan krusial ekonomi dan bidang lainnya, dan kebijakan publik yang terjadi di Indonesia bermuara pada buruknya perangkat institusi, serta tidak tegaknya aturan main, sebagai syarat utama berjalannya kebijakan publik secara optimal. Read more…

Categories: Uncategorized Tags:

Myths and Realities of Long-run Development: A Look at Deeper Determinants

May 1st, 2010 humas 2 comments

By.  Lubna Hasan, The Pakistan Development Review, 2007, vol. 46, issue 1, pages 19-44

IT HAS long been realised that factor accumulation and technological development are only proximate causes of economic development, and the focus has now shifted to investigating the ‘deeper determinants’ of economic growth.

Two such forces are highlighted in the literature: institutions and geography. However, it remains controversial as to which of these two is the more important. The “institutions school” assigns primal importance to institutions, whereas the “geography school” considers geographical factors as the primary determinant of the economic performance of countries.

This paper reviews the debate surrounding these “deeper determinants” of economic performance. It reviews the work of these two schools of thought and their interpretation of the long-run development. The paper then examines the evidence provided by the respective schools in favour of their hypotheses. It concludes in favour of the Institutions hypothesis as the Geography school does not provide a consistent story of long-run development.

Download: Myths and Realities of Long-run Development: A Look at Deeper Determinants

Categories: Uncategorized Tags: