Pembangunan Perdesaan: Rekonstruksi Kelembagaan Ekonomi
PERHEPI, Oktober 2004

Perdesaan
Pembangunan pertanian dan perdesaan masa mendatang harus merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di perdesaan, yang sekaligus mendorong terwujudnya pengembangan ekonomi perdesaan melalui kegiatan-kegiatan produktif dan berdaya saing.
Masalah kritis saat ini adalah bahwa meningkatnya produksi pertanian (agribisnis) selama ini belum disertai dengan meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani secara signifikan. Petani sebagai unit agribisnis terkecil belum mampu meraih nilai tambahyang rasional sesuai skala usaha tani terpadu (integrated farming system).
Oleh karena itu persoalan membangun kelembagaan (institution) di bidang pertanian dalam pengertian yang luas menjadi semakin penting, agar petani mampu melaksanakan kegiatan yang tidak hanya menyangkut on farm business saja, akan tetapi juga terkait erat dengan aspek-aspek off farm agribussiness-nya.
Dibutuhkan komitmen para pemimpin dalam merekonstruksikan dan merestrukturisasikan pembangunan pertanian mendatang, sehingga petani dan
masyarakat perdesaan lebih bermartabat dan sejahtera.
Download: Pembangunan Perdesaan: Rekonstruksi Kelembagaan Ekonomi
Catatan: Terima kasih kepada Bapak Gigih Pratomo atas link-nya.
@Kuarto
Caranya adalah tingkatkan penyuluhan, beri mereka kesadaran dan rasa memiliki. Upaya mendesak yang harus dilakukan adalah bagaimana stabilitas harga produksi petani terjaga. Selama ini harga-harga faktor produksi yang dibutuhkan para petani kita naik cukup tinggi tetapi harga produksi petani kita justru berbanding terbalik dengan harga faktor produksi yang mereka butuhkan.
Kenaikan harga cabe dan hasil pertanian lainnya baru-baru ini dapat pula dimaknai sebagai wujud protes para petani kita. Karena itu, tingkatkan terus penyuluhan, stabilitas harga dan bentuk-bentuk perlindungan lainnya seperti kelancaran distribusi faktor-faktor produksi yang dibutuhkan para petani kita.
pembangunan perdesaan adalah hal yang tak bisa dilepaskan dari kegiatan pembangunan secara keseluruhan. termasuk didalamnya adalah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia petani agar semakin berpikiran rasional dan mau terbuka terhadap inovasi-inovasi baru. peran penyuluh lapangan yang handal sangat penting di sini. namun di sisi lain perlu upaya serius dari pemerintah juga untuk melindungi produk-produk pertanian domestik agar tidak kalah bersaing secara kualitas dan kuantitas dengan produk pertanian impor.
Bagaimana caranya supaya petani mau berubah dari cara-cara tradisional ke cara-cara yang lebih modern dalam berproduksi?
sangat setuju dengan bapak, tapi tidak dapat dipungkiri juga bahwa dibeberapa tempat justru petani kita telah dapat mencukupi kebutuhannya bahkan telah banyak yang mengkonsumsi barang-barang sekunder sehingga dibilang tidak sejahtera kelihatannya mereka sejahtera juga, usul saya disamping kemauan para pemimpin dalam mensejahterakan petani, harus ada upaya untuk menumbuhkan kesadaran petani itu sendiri tentang hal yang berkaitan dengan itu, salah satu contoh informasi pertanian yang relatif mudah diperoleh dewasa ini dapat dijadikan pegangan oleh petani kita, nah sekarang bagaimana agar petani kita, dengan informasi yang ada mau berubah. Berubah dari cara-cara tradisional ke cara-cara yang lebih modern dalam berproduksi. terima kasih