Archive

Archive for the ‘Editorial’ Category

Membabat Politik Uang

December 19th, 2010 humas 1 comment

Sumber: MediaIndonesia.com

NEGERI ini sesungguhnya memiliki daftar panjang orang-orang yang berkapasitas, berkompetensi, dan berintegritas tinggi untuk menjadi pemimpin di level daerah. Akan tetapi, ratusan pemilu kada langsung di tingkat lokal, ternyata cenderung menghasilkan terpidana.

Penyebabnya tak lain dan tak bukan, karena sistem rekrutmen yang jauh lebih mementingkan gizi daripada visi dan misi. Mutu dikalahkan uang. Bertambah celaka, karena partai politik yang semestinya menjadi salah satu agen demokrasi, justru menyuburkan praktik politik uang.

Partai bahkan dengan sadar dan sengaja membunuh kadernya sendiri, dengan cara membuka pintu selebar-lebarnya bagi orang-orang dari luar partai yang ingin berkuasa dengan syarat mereka menyediakan dana. Partai malah sangat kreatif mencari orang-orang berduit untuk dipasang sebagai calon kepala daerah.

Read more…

Mengoreksi Demokrasi

December 19th, 2010 humas No comments

Sumber: MediaIndonesia.com

PESTA reformasi yang berlangsung sejak 1998 nyaris menenggelamkan bangsa ini dalam euforia berlebihan. Demokrasi disujud sebagai dewa penyelamat yang bisa menyelesaikan seluruh masalah bangsa ini. Serentak dengan itu, rezim Orde Baru dianggap tidak mewariskan satu pun hal yang bisa diteladani. Orde Baru menjadi stigma yang harus dikubur dalam-dalam dan diberangus karena otoriter dan korup.

Kini, setelah dua kali melaksanakan pemilihan umum presiden secara langsung dan ratusan pemilihan kepala daerah juga secara langsung, kita harus menimbang kembali banyak hal. Antara lain, kita prihatin karena pemilu hanya dimaknai sebagai medan pertarungan untuk merebut kekuasaan dengan menghalalkan politik uang.

Read more…

Berburu Rente Saham Krakatau

November 15th, 2010 humas No comments

Editorial Media Indonesia. Tudingan dari berbagai kalangan bahwa harga saham perdana PT Krakatau Steel Tbk yang dipatok pemerintah Rp850 per lembar terlalu murah bukan omong kosong. Dugaan adanya patgulipat dalam penjualan saham produsen baja terbesar se-Asia Tenggara tersebut juga bukan fitnah belaka.

Semua itu dibuktikan bukan oleh tim independen maupun tim pengawas. Justru pasarlah yang mengukuhkan kebenaran adanya obral saham dan nuansa patgulipat penjualan saham yang resmi dimulai Rabu (10/11) itu.

Hanya beberapa menit setelah pasar dibuka, harga saham Krakatau meroket hingga ditutup naik 49,41% ke Rp1.270 per saham. Itu berarti di hari pertama saja sudah ada selisih harga per lembar saham sebesar Rp420.

Read more…

Categories: Artikel, Editorial Tags: ,