Comments for I.C.N.I.E. Wed, 24 Feb 2016 13:29:03 +0000 http://wordpress.org/?v=abc hourly 1 Comment on About by zarnawi sangadji /about/comment-page-10/#comment-147560 zarnawi sangadji Wed, 24 Feb 2016 13:29:03 +0000 /site/?page_id=2#comment-147560 Imperfect infomation selalu muncul dalam penyusunan dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Kami yang bekerja di lingkup Pemda seringkali terlaku fokus pada ketepatan waktu dalam penyusunan rencana dan evaluasi dimaksud atas perintah regulasi, sehingga mengabaikan kualitasnya. Adaptasi yang cepat terhadap perubahan eksternal (regulasi) sebagai konsekuensi dari pergantian roda kepemimpinan nasional mutlak dilakukan agar daerah tidak kehilangan momentum dalam upaya percepatan pembangunan. Imperfect information jika tidak diatasi akan berdampak pada tidak sinkron dan tidak sinerginya antara kebijakan/program pembangunan Nasional dan daerah. Tatakelola pemerintahan daerah harus didukung dengan teknologi telekomunikasi dan informasi, sehingga pengambilan keputusan akan lebih efektif dan efisien. Imperfect infomation selalu muncul dalam penyusunan dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Kami yang bekerja di lingkup Pemda seringkali terlaku fokus pada ketepatan waktu dalam penyusunan rencana dan evaluasi dimaksud atas perintah regulasi, sehingga mengabaikan kualitasnya. Adaptasi yang cepat terhadap perubahan eksternal (regulasi) sebagai konsekuensi dari pergantian roda kepemimpinan nasional mutlak dilakukan agar daerah tidak kehilangan momentum dalam upaya percepatan pembangunan. Imperfect information jika tidak diatasi akan berdampak pada tidak sinkron dan tidak sinerginya antara kebijakan/program pembangunan Nasional dan daerah. Tatakelola pemerintahan daerah harus didukung dengan teknologi telekomunikasi dan informasi, sehingga pengambilan keputusan akan lebih efektif dan efisien.

]]>
Comment on Pola Pemberantasan Korupsi Sistemik Melalui Pencegahan dan Penindakan by rusmanik /2009/10/pola-pemberantasan-korupsi-sistemik-melalui-pencegahan-dan-penindakan/comment-page-1/#comment-145437 rusmanik Wed, 11 Nov 2015 07:25:29 +0000 /?p=205#comment-145437 <a href="#comment-145300" rel="nofollow">@suci rahmadani </a> Menurut Klitgaard, KORUPSI (C) terjadi karena adanya MONOPOLI (M) dan DISKRESI (D) yang tidak dibarengi dengan AKUNTABILITAS (A). Secara matematis dapat ditulis sebagai: C = M + D – A. Nah dari rumus ini dapat diterapkan untuk kasus-kasus korupsi di Indonesia. @suci rahmadani

Menurut Klitgaard, KORUPSI (C) terjadi karena adanya MONOPOLI (M) dan DISKRESI (D) yang tidak dibarengi dengan AKUNTABILITAS (A). Secara matematis dapat ditulis sebagai: C = M + D – A.

Nah dari rumus ini dapat diterapkan untuk kasus-kasus korupsi di Indonesia.

]]>
Comment on Pola Pemberantasan Korupsi Sistemik Melalui Pencegahan dan Penindakan by suci rahmadani /2009/10/pola-pemberantasan-korupsi-sistemik-melalui-pencegahan-dan-penindakan/comment-page-1/#comment-145300 suci rahmadani Fri, 06 Nov 2015 13:16:51 +0000 /?p=205#comment-145300 Saya ada tugas dari dosen Mohon bantuan dari kakak2 semua. Pernyaannya apa yg salah di indonesia sehingga banyak yg melakukan korupsi? Jadi menurut saya yg salah adalah sistemnya.. jadi dosennya menyuruuh saya menjelaskan sistem perundang-undangan, tata negara, dan kesenjangan sehingga terjadinya korupsi tersebut Maaf jika berbelit2 Mohon bantuannya Saya ada tugas dari dosen
Mohon bantuan dari kakak2 semua.
Pernyaannya apa yg salah di indonesia sehingga banyak yg melakukan korupsi?
Jadi menurut saya yg salah adalah sistemnya..
jadi dosennya menyuruuh saya menjelaskan sistem perundang-undangan, tata negara, dan kesenjangan sehingga terjadinya korupsi tersebut
Maaf jika berbelit2
Mohon bantuannya

]]>
Comment on Ekonomi Kelembagaan Baru by irma farhanah /2013/10/ekonomi-kelembagaan-baru/comment-page-1/#comment-134476 irma farhanah Thu, 04 Jun 2015 04:52:47 +0000 /?p=664#comment-134476 saya tertarik dengan artikel anda mengenai ekonomi, saya juga mempunya tulisan serupa mengenai ekononi, bisa dilihat <a href="http://publication.gunadarma.ac.id/handle/123456789/2772" rel="nofollow">disini</a>, happy sharing :) saya tertarik dengan artikel anda mengenai ekonomi, saya juga mempunya tulisan serupa mengenai ekononi, bisa dilihat
disini, happy sharing :)

]]>
Comment on About by SWAMANDIRI.wordpress.COM /about/comment-page-10/#comment-25201 SWAMANDIRI.wordpress.COM Fri, 28 Feb 2014 03:18:47 +0000 /site/?page_id=2#comment-25201 Menarik nih ide tentang kebersamaan ABG. Kalau kebersamaan itu terjadi, betapa kuatnya NKRI. Kalopun tidak kuat, pastinya proses perkembangan NKRI sangatlah berarti. Apakah kebersamaan ABG belum ada di Indonesia? Kayaknya memang belum kuat ya. Perlu penguatan supaya saling memberdayakan dan bukan saling memperdaya. Kayaknya, prinsip pertamanya adalah: <i><b>"kemitraan yang saling menguntungkan"</b></i>. Tapi, istilah untung harus diperluas. Bukan dalam artian untung di dunia akuntansi, tetapi untung dalam artian yang lebih luas. Menarik nih ide tentang kebersamaan ABG. Kalau kebersamaan itu terjadi, betapa kuatnya NKRI. Kalopun tidak kuat, pastinya proses perkembangan NKRI sangatlah berarti.

Apakah kebersamaan ABG belum ada di Indonesia? Kayaknya memang belum kuat ya. Perlu penguatan supaya saling memberdayakan dan bukan saling memperdaya.

Kayaknya, prinsip pertamanya adalah: “kemitraan yang saling menguntungkan”. Tapi, istilah untung harus diperluas. Bukan dalam artian untung di dunia akuntansi, tetapi untung dalam artian yang lebih luas.

]]>
Comment on About by Khairul Ramadhan /about/comment-page-10/#comment-25022 Khairul Ramadhan Mon, 24 Feb 2014 05:26:25 +0000 /site/?page_id=2#comment-25022 Membangun Kebersamaan antara Akademisi, Pemerintah dan Pelaku Usaha (ABG = Academission, Government, Buissnes) Kebersamaan adalah sebuah kata yang mudah diucapkan namun dalam kenyataan banyak yang sulit untuk melaksanakannya. Sering orang berkomentar jika dalam keadaan susah kita bisa bersama, tetapi jika dalam keadaan senang kita nikmati sendiri. Padahal jika kita bisa menjaga kebersamaan tersebut maka banyak kerja yang bisa kita hasilkan secara efektif dan efisien, contohnya : Dirumah kita, jika pekerjaan rumah dibagi secara merata kepada anggota keluarga maka kita bisa melaksanakan pekerjaan rumah tersebut dengan seefektif mungkin, misalnya Bapak membersihkan halaman rumah, Ibu memasak, anak laki-laki membersihkan rumah bagian dalam dan anak perempuan membantu mencuci. Apabila hal itu dilakukan secara terkoordinasi maka pekerjaan rumah akan dapat terselesaikan secara efektif dan efisien. Akan tetapi bila tidak terkoordinasikan dengan baik maka yang terjadi Akan ada anggota keluarga yang sibuk dengan semua kegiatan rumah sementara di sisi lain akan ada anggota keluarga yang lain yang tidak ada tanggung jawab sama sekali terhadap pekerjaan rumah. Hal ini akan menyebabkan timbulnya diskomunikasi antar anggota keluarga, contoh : apabila pekerjaan rumah hanya dikerjakan oleh ibu maka si ibu akan dirugikan karena waktunya seharian akan habis untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sehingga waktunya untuk dirinya sendiri akan cenderung dirampas oleh banyak pekerjaan di dalam rumah, hal tersebut dapat menyebabkan emosi si ibu cenderung labil karena kelelahan fisik dan psikis. Apabila dilihat dari kualitas hasil kerja biasanya juga kurang baik, karena dilakukan dengan kualitas fisik yang terbatas. Sehingga sering kita temui konflik di rumah hanya karena kaos kaki yang hilang ketika akan dipakai, piring yang berkurang karena pecah, rumah yang kotor yang tentu saja ini bisa membuat penghuni rumah cenderung tidak betah di rumah tersebut. Hal ini juga sebenarnya bisa kita jadikan analogi untuk melihat hubungan antara akademisi, pemerintah dan pelaku usaha, contohnya : di negara kita Indonesia, jika pekerjaan negara dibagi secara merata kepada anggota negara maka kita bisa menyelesaikan pekerjaan negara tersebut secara efektif dan efisien, misalnya akademisi membuat inovasi-inovasi baru, pemerintah membuat regulasi dan fasilitasi, pelaku usaha meramu inovasi dan fasilitasi tersebut menjadi kemakmuran, maka dapat dipastikan negara tersebut akan menjadi negara yang makmur. Sementara jika tidak ada koordinasi antara anggota negara tersebut yang terjadi adalah akademisi rendah inovasinya (sibuknya hanya mengamati !), pemerintah rendah fasilitasi (sibuknya hanya pencitraan !) dan pelaku usaha rendah kreatifitasnya dalam meramu inovasi dan fasilitasi (Sibuknya hanya meramu harta dan wanita !). Khairul Ramadhan (MEP UGM angkatan 50/ Bappenas X) Membangun Kebersamaan antara Akademisi, Pemerintah dan Pelaku Usaha (ABG = Academission, Government, Buissnes)

Kebersamaan adalah sebuah kata yang mudah diucapkan namun dalam kenyataan banyak yang sulit untuk melaksanakannya. Sering orang berkomentar jika dalam keadaan susah kita bisa bersama, tetapi jika dalam keadaan senang kita nikmati sendiri. Padahal jika kita bisa menjaga kebersamaan tersebut maka banyak kerja yang bisa kita hasilkan secara efektif dan efisien, contohnya : Dirumah kita, jika pekerjaan rumah dibagi secara merata kepada anggota keluarga maka kita bisa melaksanakan pekerjaan rumah tersebut dengan seefektif mungkin, misalnya Bapak membersihkan halaman rumah, Ibu memasak, anak laki-laki membersihkan rumah bagian dalam dan anak perempuan membantu mencuci. Apabila hal itu dilakukan secara terkoordinasi maka pekerjaan rumah akan dapat terselesaikan secara efektif dan efisien. Akan tetapi bila tidak terkoordinasikan dengan baik maka yang terjadi Akan ada anggota keluarga yang sibuk dengan semua kegiatan rumah sementara di sisi lain akan ada anggota keluarga yang lain yang tidak ada tanggung jawab sama sekali terhadap pekerjaan rumah. Hal ini akan menyebabkan timbulnya diskomunikasi antar anggota keluarga, contoh : apabila pekerjaan rumah hanya dikerjakan oleh ibu maka si ibu akan dirugikan karena waktunya seharian akan habis untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sehingga waktunya untuk dirinya sendiri akan cenderung dirampas oleh banyak pekerjaan di dalam rumah, hal tersebut dapat menyebabkan emosi si ibu cenderung labil karena kelelahan fisik dan psikis. Apabila dilihat dari kualitas hasil kerja biasanya juga kurang baik, karena dilakukan dengan kualitas fisik yang terbatas. Sehingga sering kita temui konflik di rumah hanya karena kaos kaki yang hilang ketika akan dipakai, piring yang berkurang karena pecah, rumah yang kotor yang tentu saja ini bisa membuat penghuni rumah cenderung tidak betah di rumah tersebut. Hal ini juga sebenarnya bisa kita jadikan analogi untuk melihat hubungan antara akademisi, pemerintah dan pelaku usaha, contohnya : di negara kita Indonesia, jika pekerjaan negara dibagi secara merata kepada anggota negara maka kita bisa menyelesaikan pekerjaan negara tersebut secara efektif dan efisien, misalnya akademisi membuat inovasi-inovasi baru, pemerintah membuat regulasi dan fasilitasi, pelaku usaha meramu inovasi dan fasilitasi tersebut menjadi kemakmuran, maka dapat dipastikan negara tersebut akan menjadi negara yang makmur. Sementara jika tidak ada koordinasi antara anggota negara tersebut yang terjadi adalah akademisi rendah inovasinya (sibuknya hanya mengamati !), pemerintah rendah fasilitasi (sibuknya hanya pencitraan !) dan pelaku usaha rendah kreatifitasnya dalam meramu inovasi dan fasilitasi (Sibuknya hanya meramu harta dan wanita !). Khairul Ramadhan (MEP UGM angkatan 50/ Bappenas X)

]]>
Comment on Does Studying Economics Breed Greed? by Sudono /2014/01/does-studying-economics-breed-greed/comment-page-1/#comment-23745 Sudono Sun, 19 Jan 2014 13:35:07 +0000 /?p=715#comment-23745 Memang lulusan ekonomi itu pelit-pelit broo. Apalagi lulusan akuntansi. Tul? Memang lulusan ekonomi itu pelit-pelit broo. Apalagi lulusan akuntansi. Tul?

]]>
Comment on The Institutional Structure of Production by humas /2013/10/the-institutional-structure-of-production/comment-page-1/#comment-17831 humas Thu, 31 Oct 2013 03:16:22 +0000 /?p=667#comment-17831 @ Pak Tresno Sangat dipersilahkan. Dan terima kasih juga atas kunjungannya @ Pak Tresno
Sangat dipersilahkan. Dan terima kasih juga atas kunjungannya

]]>
Comment on Property Rights for “Sesame Street” by humas /2013/10/property-rights-for-%e2%80%9csesame-street%e2%80%9d/comment-page-1/#comment-17830 humas Thu, 31 Oct 2013 03:15:47 +0000 /?p=684#comment-17830 @ Pak Sudar Silahkan untuk browsing di icnie.org. Mudah2an ada yang menarik ya @ Pak Sudar
Silahkan untuk browsing di icnie.org. Mudah2an ada yang menarik ya

]]>
Comment on Property Rights for “Sesame Street” by Sudar /2013/10/property-rights-for-%e2%80%9csesame-street%e2%80%9d/comment-page-1/#comment-17818 Sudar Wed, 30 Oct 2013 11:11:14 +0000 /?p=684#comment-17818 Hak milik ya. Bukannya kalo ada hak milik malah bisa merusakkan Hak milik ya. Bukannya kalo ada hak milik malah bisa merusakkan

]]>