Konstruktivisme

September 4th, 2009

PERLUKAH diskusi di ICNIE.ORG? Apakah guna diskusi di ICNIE.ORG? Ada dua kutub dalam pendidikan saat ini, yaitu tabula rasa dan konstruktivisme. Menurut rujukan tabula rasa, siswa diibaratkan kertas putih yang  akan ditulisi apa saja oleh gurunya atau ibarat wadah kosong yang dapat diisi apa saja oleh gurunya. Dengan pendapat ini siswa bersifat pasif dan dianggap memiliki keterbatasan dalam belajar.

Menurut rujukan konstruktivisme, setiap orang yang belajar sesungguhnya membangun pengetahuannya sendiri. Jadi siswanya aktif dan terus meningkatkan diri dalam kondisi tertentu. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke siswa. Pengetahuan itu harus secara aktif dibangun oleh siswa sendiri melalui pengalaman nyata.

Penelitian pendidikan mengungkapkan bahwa proses belajar umumnya adalah sebuah proses konstruktif yang menghendaki partisipasi aktif dari siswa, sehingga peran guru sekarang berubah dari sumber dan pemberi informasi menjadi pendiagnosis dan fasilitator belajar siswa.

Pembelajaran dalam pandangan konstruktivisme mengandung empat kegiatan inti, yaitu:

  1. Berkaitan dengan pengetahuan awal atau prakonsepsi (prior knowledge) siswa;
  2. Mengandung kegiatan pengalaman nyata (experience);
  3. Melibatkan interaksi sosial (social interaction);
  4. Terbentuknya kepekaan terhadap lingkungan (sense making).

Dalam pandangan konstruktivisme, belajar hanya akan terjadi apabila seseorang mengubah atau berkeinginan mengubah pikirannya. Siswa dipandang sebagai pemroses informasi dan pemroses pengalaman. Bukan hanya sebagai tempat penampung pengalaman dan informasi. Ini berarti, kemampuan siswa untuk belajar dan apa yang dipelajari siswa bergantung pada konsepsi yang terdapat dalam pengalaman tersebut. Gagasan yang baru tidak begitu saja ditambahkan pada gagasan yang telah ada, tetapi mereka saling berinteraksi yang kadang-kadang memerlukan perubahan.

Dalam pandangan konstruktivisme, belajar adalah:

  1. Proses aktif dan konstruktif yang terjadi di lingkungan luar kelas
  2. Mengubah informasi menjadi proses mental
  3. Membangun pengetahuan dan pengertian dari pengalaman pribadi
  4. Mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman lama (asimilasi)
  5. Membangun pengetahuan baru dari fenomena lama (akomodasi)
  6. Proses kognitif untuk memecahkan masalah dunia nyata, menggunakan alat yang tersedia dalam situasi pemecahan masalah.
  7. Bersifat situasional, interaktif
  8. Bekerja dengan teman dalam konstruksi sosial yang berarti bagi dirinya
  9. Proses pribadi terus-menerus untuk memonitor kemajuan belajar

Dalam pandangan konstruktivisme, pengetahuan adalah:

  1. Merupakan interpretasi manusia terhadap pengalamannya tentang dunia
  2. Bersifat perspektif, konvensional, tentatif, evolusioner
  3. Ada di dalam pikiran manusia (bukan di buku teks)
  4. Pengetahuan/konsep baru dibangun secara bertahap dari waktu ke waktu, dalam konteks sosial, interaksi dengan konten, dengan mengintegrasikan info lama dengan info baru, serta dengan kesadaran tentang apa yang dipelajari (metakognisi).

Ada beberapa keunggulan penggunaan pendekatan  konstruktivisme. Pembelajaran konstruktivisme akan:

  1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasanya sendiri, berbagi gagasan dengan temannya, dan mendorong siswa  untuk mampu secara efektif menjelaskan gagasan-gagasannya.
  2. Memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa atau rancangan kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa agar siswa memperluas pengetahuan mereka tentang fenomena dan memiliki kesempatan untuk merangkai fenomena, sehingga siswa terdorong untuk membedakan dan memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa.
  3. Memberi siswa kesempatan untuk berpikir tentang pengalamannya. Hal ini dapat mendorong siswa berpikir kreatif, imajinatif, mendorong refleksi tentang model dan teori, mengenalkan gagasan-gagasan pada saat yang tepat.
  4. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru agar siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dengan menggunakan berbagai konteks, baik yang telah dikenal maupun yang baru dan akhirnya memotivasi siswa untuk menggunakan berbagai strategi belajar.
  5. Mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka setelah menyadari kemajuan mereka serta memberi kesempatan siswa untuk mengidentifikasi perubahan gagasan mereka.
  6. Pembelajaran konstruktivisme memberikan lingkungan belajar yang kondusif yang mendukung siswa mengungkapkan gagasan, saling menyimak, dan menghindari kesan selalu ada satu jawaban yang benar.

Jadi, perlukah media diskusi dan secara aktif ikut berdiskusi? Selamat datang dan selamat berdiskusi di ICNIE.ORG

Comments are closed.