Archive

Archive for October, 2013

Menilai Kembali Konsep New Institusional Economics

October 20th, 2013 humas 2 comments

Oleh: Hermada Dekiawan (hermada_dekiawan@yahoo.com) 1 2
Mahasiswa Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM

KONSEP NIE WILLIAMSON

Oliver E. Williaomson merupakan ahli ekonomi dari University of California Berkeley yang telah mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 2009 atas kontribusinya dalam pengembangan ekonomi kelembagaan, khususnya atas pemikiraanya dalam pengembangan transaction cost economics.  Penghargaan Nobel tersebut menyusul Douglass C. North yang juga mendapatkan Nobel atas pengembangan ekonomi kelembagaan pda tahun 1993.

Istilah new institutional economics atau ekonomi kelembagaan baru muncul pertama kali dari Williamson pada tahun 1975. Ekonomi Kelembagaan Baru menurut Williamson (2000:595)3 diliputi oleh tiga hal mendasar, yaitu:

  1. masih banyak ketidaktahuan atau kebingungan tentang makna “institutions”,
  2. kemajuan dalam studi kelembagaan (institutions), serta
  3. perlunya menerima pluralisme sampai munculnya teori yang mempersatukan (unified theory).

Berkaitan dengan ketidaktahuan atau kebingungan arti “lembaga”, dinyatakan oleh Williamson (2008) karena kompleksnya arti atau makna kelembagaan. Read more…

Ekonomi Kelembagaan Baru

October 19th, 2013 humas 1 comment

Sumber: hasyimibnuabbas.blogspot.com, diakses pada tanggal 19 Oktober 2013

A.  EKONOMI KELEMBAGAAN
Ekonomi kelembagaan dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk pemecahan masalah-masalah ekonomi maupun politik. Pandangan ini didasarkan pada kenyataan bahwa sebagian besar persoalan ekonomi maupun politik justru berada di luar lingkup ekonomi dan politik itu sendiri, yaitu dalam kelembagaan yang mengatur proses kerja suatu perekonomian maupun proses-proses politik.

Studi tentang kelembagaan menempati posisi penting dalam ilmu ekonomi politik karena fungsinya sebagai mesin sosial sangat mendasar. Sebab, dalam konteks ekonomi politik, institusi merupakan tulang punggung dari sistem ekonomi politik. Kelemahan dan kekuatan ekonomi dan politik suatu masyarakat dapat dilihat dari institusi ekonmi dan politik yang mendasarinya. Oleh karena itu kita perlu mengembangkan ekonomi politik kelembagaan karena baik buruknya sistem ekonomi dan politik sangat tergantung pada kelembagaan yang membingkainya.

Menurut Thorstein Veblen, kelembagaan adalah norma-norma yang membentuk perilaku masyarakat dalam bertindak baik dalam perilaku mengkonsumsi maupun berproduksi. Dari perspektif sosiologi pendekatan kelembagaan juga dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Max Weber, Joseph Schumpeter dan Gunnar Myrdal.

Read more…