Archive

Posts Tagged ‘Pembangunan’

Ekonomi Politik Pasca Reformasi

March 7th, 2011 humas No comments

Meuthia Ganie-Rochman, MetroTVnews.com

Meuthia Ganie-Rochman

Ke mana arah ekonomi politik Indonesia paska reformasi? Perubahan dunia politik juga membawa perubahan pada fokus perhatian pengetahuan apa yang dipandang penting diketahui, dikembangkan, dan diangkat ke publik. Salah satu analisa yang pada masa pemerintahan Soeharto mendapat banyak perhatian adalah analisa ekonomi politik Orde Baru. Buku, artikel, dan seminar banyak dihasilkan dan diselenggarakan untuk memahami bagaimana politik memengaruhi pengalokasian sumber daya melalui kegiatan ekonomi.

Pada masa paska reformasi, analisa ekonomi politik tidak banyak mendapat perhatian. Perhatian publik dan cendekiawan terhisap pada masalah perubahan sistem politik dan tata kelola pembangunan. Mengapa analisa ekonomi politik penting? Pola-pola penggunaan kekuasaan dengan menggunakan institusi negara –tidak hanya institusi pemerintah melainkan juga institusi dewan perwakilan rakyat – akan memengaruhi struktur dan kegiatan di bidang ekonomi, serta akan menentukan siapa yang mendapat keuntungan dari pola ekonomi tersebut. Dengan demikian, analisa ekonomi politik tidak berhenti pada penggunaan yang benar maupun salah dari aset publik, melainkan melihat bagaimana sumber daya tersebut memengaruhi atau dipengaruhi oleh para pelaku di bidang ekonomi.

Read more…

Categories: Artikel Tags: , , , ,

Reformasi Institusi dan Pembangunan Ekonomi

May 13th, 2010 humas 1 comment

Mohamad Ikhsan, LPEM FEUI

M. Ikhsan

Dari tiga negara di Asia yang terkena krisis ekonomi, Indonesia-lah yang tergolong paling lambat mengalami pemulihan ekonominya, meskipun bila dilihat dari trend-nya Indonesia berada dalam track yang sama. Ada beberapa penjelasan yang membuat perekonomian Indonesia bergerak sangat lambat.

Pertama, kehancuran perekonomian yang diperparah dengan hancurnya sektor perbankan. Kedua, kelumpuhan kebijakan moneter dalam menggerakkan kembali permintaan domestik. Fenomena ini juga dialami oleh negara lain, namun karena tingkat kehancuran sektor perbankan di negara lain tidak separah di Indonesia, sehingga perbankan negara di luar Indonesia masih dapat berfungsi dan kebijakan moneter yang berkaitan dengan transmission mechanism masih dapat berjalan walaupun tidak optimal.  Read more…

Categories: Artikel Tags: , ,

Demokrasi dan Kepemimpinan Nasional: Rekonstruksi Modal Sosial dalam Membangun Martabat Bangsa

October 2nd, 2009 humas 1 comment

Oleh: Ginandjar Kartasasmita

Ginandjar KartasasmitaMengapa Pembangunan Ekonomi Seringkali Gagal?
Penelahaan terhadap negara-negara berkembang yang gagal dalam pembangunan di satu pihak dan yang berhasil di pihak lain, menunjukkan bahwa kegagalan pembangunan di samping dikarenakan faktor-faktor kendala seperti ketidakstabilan politik, sistem politik yang otoriter, perang, dan perpecahan karena suku atau agama, juga oleh kurangnya perhatian kepada manusia serta lembaga-lembaga sosial yang harus menjalankan pembangunan itu. Negara-negara yang berhasil dalam pembangunannya ternyata memberikan perhatian yang besar terhadap pembangunan di bidang sosial.

Selain itu, pengalaman kegagalan pembangunan di berbagai negara berkembang, di samping karena pendekatannya terbukti keliru, yaitu terlalu terpusat pada bidang ekonomi dengan penekanan pada pertumbuhan, juga hanya melibatkan lapisan masyarakat yang terbatas. Dalam proses pengambilan keputusan, rakyat banyak tidak diikutsertakan kecuali untuk mengerjakan apa yang harus dikerjakan dalam suatu proyek pembangunan sehingga rakyat sebagai pelaku pembangunan sering tidak mengetahui mengapa mereka harus melakukannya dan manfaat apa yang akan diperolehnya. Read more…

Peranan Bank Indonesia dalam Pengendalian Inflasi

December 13th, 2008 humas 1 comment

//www.bi.go.id/biweb/Resources/images/logo_biBank Indonesia adalah institusi strategis dalam proses pembangunan di Indonesia. Bagaimanakah peranan Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi? Tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut BI mempunyai 3 tugas utama, yaitu:

  1. menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter,
  2. mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta
  3. mengatur dan mengawasi bank.

Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter tersebut, BI berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkan.

Perlu dikemukakan bahwa tugas pokok BI telah berubah, yaitu dari multiple objective (mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memelihara kestabilan nilai rupiah) menjadi single objective (mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah).

Dengan demikian tingkat keberhasilan BI akan lebih mudah diukur dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Download selengkapnya: Peranan Bank Indonesia dalam Pengendalian Inflasi pdf

Baca juga Kedudukan Bank Indonesia sebagai Lembaga Negara. Dijelaskan hubungan keuangan antara BI dengan Pemerintah, hubungan independensi dalam interdependensi antara BI dengan Pemerintah, serta hubungan BI dengan lembaga lain

Categories: Artikel Tags: , , ,