Archive

Posts Tagged ‘Perbankan’

Biaya Menagih Utang di Indonesia

April 7th, 2011 humas 1 comment

Oleh: A Zen Umar Purba, cetak.kompas.com, 7 April 2011

.. lebih murah !

Mengapa pakai jasa penagih utang? Karena biaya penagihan utang melalui jalur hukum di Indonesia amat mahal: 122,7 persen dari total tagihan, seperti terbaca dalam buku Doing Business 2011 terbitan Bank Dunia.

Besar kemungkinan itu pula alasan Citibank menggunakan jasa penagih utang karena konon lebih murah. Namun, dua minggu lalu, akibat yang tak diinginkan terjadi. Seorang nasabah Citibank meninggal dan diduga keras akibat proses penagihan oleh pihak penagih utang.

Dalam Doing Business 2011 dapat dibaca dengan terang negara-negara lain yang biaya penagihan utangnya melebihi angka 100 persen dari tagihan (102,7-163,2 persen), yaitu: Kamboja, Papua Niugini, Zimbabwe, Mozambik, Sierra Leone, Republik Demokratik Kongo, dan Timor Leste.

Read more…

Bank Harus Evaluasi Sistem dan Orang

April 5th, 2011 humas 5 comments

Sumber: metrotvnews.com, 3 April 2011

internal control !

SISTEM dan orang merupakan dua hal yang penting dan saling menopang dalam organisasi. Berbagai kejahatan perbankan yang marak terjadi akhir-akhir ini semakin meyakinkan kita betapa antara sistem dan orang tidak bisa dipisahkan dan bahkan harus terus dijaga.

Lihat saja apa yang terjadi di Citibank sekarang ini. Selama ini bank tersebut dikenal sebagai bank yang menjalankan prinsip-prinsip perbankan yang baik. Bahkan ibaratnya nama Citibank sudah merupakan jaminan mutu. Kita percaya sepenuhnya akan kredibilitas dan jaminan bertransaksi di bank tersebut.

Citibank selama ini dikenal mampu membangun sebuah sistem yang baik. Semua orang yang bekerja di tempat itu diperkenalkan kepada sistem bagaimana praktik perbankan itu seharusnya dijalankan dan bahkan kemudian diminta untuk memahami serta melaksanakannya dalam pekerjaan mereka setiap hari.

Read more…

Amankan Perbankan

April 1st, 2011 humas 1 comment

Sumber: Tajuk Rencana Kompas, 01 April 2011

Perbankan nasional diguncang pembobolan lagi. Pelakunya, karyawan yang berkomplot dan melibatkan pihak luar. Polanya primitif, mencuri uang nasabah.

Institusi berbasis Kepercayaan

Mengejutkan sebab kita selama ini sering dibuai promosi perbankan mengenai keandalan teknologi, begitu juga sistem dan standar prosedurnya yang sudah relatif lebih baik dalam hal keamanan.

Kejahatan macam itu kita pandang masih sangat tradisional, primitif di dunia perbankan. Tidak canggih, tak rumit, bukan derivatif. Kriminalitas seperti itu dapat dilakukan siapa saja dan kapan pun asal ada peluang.

Dalam kondisi seperti itu, integritas pegawai perbankan patut dipertanyakan, terutama mereka yang memiliki akses ke dana nasabah. Pengawasan—termasuk audit berkala ataupun yang bersifat dadakan—merupakan kunci pengaman yang sangat penting diprioritaskan manajemen. Prosedur operasi standar pengawasan tak boleh kendur.
Baca selengkapnya