Archive

Posts Tagged ‘rente’

Kesempatan Ketiga untuk Birokrasi

April 2nd, 2011 humas No comments

Sumber: kompas.com

Jika masyarakat dihadapkan pada pilihan mengurus surat izin mengemudi dengan biaya: di atas seratus ribu dan di bawah seratus ribu, sudah pasti opsi kedua yang akan diambil. Masalah apakah yang mengeluarkan SIM itu kepolisian atau pihak lain, bahkan swasta, tidak jadi soal.

Kira-kira seperti itulah salah satu ilustrasi reformasi kelembagaan yang sudah berjalan di Jerman. ”Ini sekadar contoh bagaimana biaya transaksi itu menjadi isu penting untuk rasionalisasi birokrasi. Biaya transaksi yang lebih murah menjadi salah satu ukuran efektivitas birokrasi,” jelas Direktur Eksekutif Indef Ahmad Erani Yustika.

Jika biaya transaksi untuk memberdayakan birokrasi lebih besar ketimbang menggunakan institusi privat, pelayanan publik itu bisa ditransfer kepada pihak yang bisa melakukannya dengan lebih efektif.

Baca selengkapnya

Mencontoh BUMN Ideal

January 24th, 2011 humas 8 comments

Editorial Media Indonesia

Kinerja !

ADAKAH badan usaha milik negara (BUMN) yang ideal di negeri ini? Bukan pekerjaan gampang untuk menjawabnya. Apalagi hingga saat ini pembicaraan di seputar BUMN belum bisa beranjak jauh dari posisinya sebagai sapi perah kepentingan politik, kepentingan kekuasaan.

Padahal, berbagai imbauan agar politisasi BUMN diakhiri terus-menerus digemakan. Kenyataannya, tangan-tangan jail yang ingin menjadikan BUMN sebagai sapi perah tak kenal menyerah.

Itulah, misalnya, yang terjadi dengan PT Krakatau Steel saat melakukan penawaran saham perdana pekan lalu. Pemerintah mematok terlalu rendah saham produsen baja terbesar di Asia Tenggara tersebut dan menjadikannya ajang berburu rente.

Read more…

Berburu Rente Saham Krakatau

November 15th, 2010 humas No comments

Editorial Media Indonesia. Tudingan dari berbagai kalangan bahwa harga saham perdana PT Krakatau Steel Tbk yang dipatok pemerintah Rp850 per lembar terlalu murah bukan omong kosong. Dugaan adanya patgulipat dalam penjualan saham produsen baja terbesar se-Asia Tenggara tersebut juga bukan fitnah belaka.

Semua itu dibuktikan bukan oleh tim independen maupun tim pengawas. Justru pasarlah yang mengukuhkan kebenaran adanya obral saham dan nuansa patgulipat penjualan saham yang resmi dimulai Rabu (10/11) itu.

Hanya beberapa menit setelah pasar dibuka, harga saham Krakatau meroket hingga ditutup naik 49,41% ke Rp1.270 per saham. Itu berarti di hari pertama saja sudah ada selisih harga per lembar saham sebesar Rp420.

Read more…

Categories: Artikel, Editorial Tags: ,

Fundamental Ekonomi Indonesia “Ersatz”?

November 19th, 2008 Amirudin 4 comments

amirudin Berbicara mengenai fundamental ekonomi yang kuat, tidak cukup dengan prestasi indikator makro seperti yang dibanggakan pemerintah. Kendati para pejabat ekonomi pemerintah menyebutkan fundamental ekonomi nasional cukup kuat, namun pencapaian prestasi indikator makro tersebut belum menunjukkan fundamental ekonomi yang kuat dan tahan goncangan eksternal; seperti gejolak ekonomi global yaitu harga minyak yang terus meninggi dan dampak krisis subprime mortgage perekonomian di Amerika Serikat.

Bagusnya angka-angka indikator makro ekonomi sifatnya masih erzatz, karena yang terjadi adalah justru sebaliknya. Munculnya kenaikan harga (baik pangan maupun bahan bakar) yang meningkatkan inflasi dan ketidakamanan sosial, beban subsidi yang semakin tinggi pada anggaran akibat pengendalian harga bahan bakar domestik, dan kebutuhan akan pinjaman pemerintah tetap masih tinggi.

Read more…