Archive

Posts Tagged ‘Washington Consensus’

Konsensus Beijing Kian Diterima

March 3rd, 2011 humas 1 comment

Oleh: Bob Widyahartono, antaranews.com

Beijing Consensus

Belakangan ini di kalangan ekonom negeri ini muncul polemik mengenai pro dan kontra neo-liberalisme dan saling mengarahkan tudingan siapa saja penganut/pengagumnya, dan siapa pula yang kontra neo-liberalisme.

Inti neo-liberalisme merupakan referensi/landasan dari Konsensus Washington (Washington Consensus) yang mencuat tahun 1980an dan tidak lama kemudian gagal.

Adam Smith (1776) selaku pencipta teori ekonomi terkenal, yang dasar-dasarnya selama ini dipelajari dan ditekuni kalangan ekonom. Teorinya yang dalam perjalanan waktu berkembang menjadi fundamentalisme pasar dengan kebebasan seluasnya dalam berinisiatif individual dengan campurtangan minimal pemerintah.

Read more…

Washington Consensus

June 4th, 2009 humas 2 comments

Diskusi tentang Washington Consensus kembali marak setelah adanya tudingan Neoliberalisme pada salah satu pasangan Capres pada Pilpres 2009 ini. Pihak yang mengklaim penganut ekonomi kerakyatan menuding lawannya sebagai penganut neoliberal yang lahir dari Washington Consensus. Paham ini dikhawatirkan akan membuat ekonomi Indonesia tidak pro rakyat.

Washington Consensus mulanya adalah paket kebijakan, berupa kesepakatan antara politisi Kongres, badan pemerintah, dan bank sentral AS, serta lembaga keuangan internasional mengenai cara pemulihan ekonomi di negara-negara berkembang.

John Williamson (1990) merumuskan Washington Consensus ke dalam 10 butir yaitu:

  1. Disiplin kebijakan fiskal,
  2. Pengalihan belanja subsidi, kecuali susidi langsung, pada belanja pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,
  3. Reformasi pajak – memperluas basis pajak dan penurunan tingkat pajak,
  4. Suku bunga yang ditentukan pasar dan positif secara riil,
  5. Nilai tukar kompetitif,
  6. Liberalisasi perdagangan, terutama penghapusan lisensi dan penerapan tarif tunggal,
  7. Liberalisasi investasi langsung asing,
  8. Privatisasi BUMN,
  9. Deregulasi – penghapusan regulasi yang menghambat persaingan, kecuali untuk menjaga keamanan, lingkungan, perlindungan konsumen, dan pengawasan lembaga keuangan, dan
  10. Perlindungan hak milik.

Read more…